Makassar Biennale 2019 | Berita
213
archive,category,category-berita,category-213,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive
 

Sebuah ajang masak-memasak tentang konflik, budaya, dan perdamaian A cookout forum about conflict, culture, and peace Pangan mengandung jejak-jejak migrasi, perjuangan lahan, struktur-struktur sosial dan budaya, serta konflik. Dari mendapatkan bahan-bahannya hingga...

“Kalau pendidikan seni mau bagus, jangan diatur-atur sama orang dari Jakarta. Ini persoalannya. Yang nulis dari Jakarta, Cirebon, dan Surabaya. Padahal pernah ada niatan pada tahun 2010 bahwa pendidikan seni...

“Makassar Biennale bukan soal seni rupa saja, tetapi kolaborasi dengan bidang-bidang lain. Bukan hanya seniman yang harus diundang, tetapi banyak dari sosiologi, pemerhati maritim, dan lainnya datang dan mengobrol di...

“Saya fokus ke plastik, karena itu susah untuk didaur ulang. Misalnya, kalau botol-botol kemasan ‘kan botolnya bisa didaur ulang, nah labelnya itu dibuang, itu yang saya pakai,” jelas Made Bayak,...