Makassar Biennale 2017 | Profil Tim Artistik
15880
page-template-default,page,page-id-15880,page-child,parent-pageid-15270,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive
sampul MB 2017 FB for post single

Profil Tim Artistik

22894529_10203988703513717_6852418122992241294_n

Nirwan Ahmad Arsuka

Nirwan Ahmad Arsuka lahir di Kampung Ulo, Barru, Sulawesi Selatan. Menyelesaikan pendidikan formal di Teknik Nuklir, FT-UGM, 1995. Semasa awal kuliah di Yogyakarta, ikut mendampingi anak-anak dan warga Pinggir Kali (Girli) Code. Bersama teman-temannya ia kemudian mendirikan kelompok studi MKP2H (Masyarakat Kajian Pengetahuan, Peradaban dan Hari Depan) dan kelompok aksi GEMPURDERU (Gerakan Masyarakat Purna Orde Baru). Editor tamu untuk Sisipan Budaya Bentara Kompas, anggota Dewan Kurator Bentara Budaya Jakarta (BBJ), dan direktur di Freedom Institute. Tercatat sebagai associate member The Long Riders Guild, organisasi internasional pertama para penunggang kuda jarak jauh sedunia.

Selain di Harian Kompas, tulisannya juga muncul di jurnal Inter-Asia Cultural Studies dan International Journal of Asian Studies. Menulis Two Essays (BTW, Lontar, 2016. Edisi 3 bahasa: Indonesia, Inggris, Jerman) dan Percakapan dengan Semesta (Yogyakarta: Circa, 2017). Sejak 2014, bersama sejumlah kawan, aktif membangun Jaringan Pustaka Bergerak Indonesia, gerakan literasi yang mengandalkan kekuatan masyarakat dan menyebar dengan kuda pustaka, perahu pustaka, bendi pustaka, motor pustaka, dan aneka wahana pustaka lainnya.

23031217_10203988491668421_8864108090627924648_n

Anwar ‘Jimpe’ Rachman

Anwar ‘Jimpe’ Rachman menyelesaikan pendidikan di Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Hasanuddin. Mengasuh Penerbit Ininnawa sejak 2005. Mendirikan Tanahindie (www.tanahindie.org) pada 1999 dan berkembang menjadi lembaga pengkajian kota. Ia juga pustakawan dan arsiparis di Kampung Buku.

Menulis Hidup di Atas Patahan (2012) dan Chambers: Makassar Urban Culture Identity (2013) dan beberapa buku bersama lainnya. Menerjemahkan Pakkurru Sumange’: Musik, Tari, dan Politik Kebudayaan Sulawesi Selatan (Anderson Sutton, 2013), The Voyage to Marege: Para Pencari Teripang dari Makassar di Australia (C.C. Macknight, 2017), dan Arts as Politic (Kathleen Adams, 2017-sekarang). Tulisannya terbit di Koran Tempo, Esquire Indonesia, Fajar, dll.

Selain itu, fasilitator dan kurator Bom Benang 2012-2017, kurator di Jakarta Biennale (2015).Weblog: saintjimpe.blogspot.com.