MB2023 | Membentangkan Pesisir Sulawesi Mutakhir
18590
page-template-default,page,page-id-18590,page-child,parent-pageid-18345,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive
 
buku-mb

Membentangkan Pesisir Sulawesi Mutakhir

Mencakapkan Tautan Seni, Pendidikan, dan Gerakan Warga


Buku ini membentangkan lembaran peta wilayah pesisir Pulau Sulawesi, mulai dari Makassar, Polewali Mandar, sampai Palu yang sedang menghadapi sederet persoalan, mulai tanah diuruk dan membentuk daratan baru, hutan bakau yang menjadi benteng alami pesisir malah tumpas, sampai tanggul beton yang mengancam kebudayaan bahari sandeq sekaligus menjelma ancaman nyata bagi lingkungan hidup lantaran memblokade kawasan biakan penyu.

 

Pada bagian lain, kita juga akan menyusur dan membincangkan dimensi-dimensi partisipatoris dalam perkembangan dunia pendidikan dan peluang gerakan-gerakan yang dapat ditempuh warga dalam menyikapi persoalannya sehari-hari. Ketika cara lama mandek, saatnya memeriksa dan menautkannya dengan perkembangan dunia seni kontemporer yang mengalami demokratisasi moda produksi dan pemaknaan karya artistik, yang membentangkan untuk siapapun yang terlibat dalam relasi sosial dan konsensus estetik.

Kontributor: Sri Wahyaningsih, Wicaksono Adi, Moelyono
M Ridwan Alimuddin, Neni Muhidin, Nurjannah Abdullah, Ryan Tans
Editor: Anwar Jimpe Rachman
Penerbit: Yayasan Makassar Biennale  – Tanahindie (Maret, 2024)