MB2021: Sekapur Sirih | Makassar Biennale 2017
246
archive,paged,category,category-makassar-biennale-2017,category-246,paged-2,category-paged-2,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive
 

Pada tahun 2011, Faisal Syarif sedang membuat karya, ketika menjelang fajar tiba, ia telah selesai membuatnya. Tetapi ia merasa bahwa ada yang kurang dari karyanya. Tiba-tiba matahari terbit, cahayanya menerpa...

“Kebanyakan dari pasompe’ (perantau) mengalami nasib yang kurang beruntung, karena hak-hak mereka dirampas,” kata Muhammad Suyudi, perupa Makassar. Ia menceritakan, misalnya si A pergi merantau, kemudian punya warisan dari orang tuanya...

Cut Putri Ayasofia, seniman asal Banda Aceh, dua pekan sebelum Pameran Makassar Biennale (MB) 2017 dilaksanakan, ia menjalani program residensi kurang lebih satu minggu di Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, untuk...

“Romantis dan puitis,” kata Ahmad Anzul, menyimpulkan kesan yang didapat begitu mendekati karyanya yang dipamerkan pada Makassar Biennale 2017. Melihat ikan kering yang tergantung pada karyanya, ingatan saya lalu jatuh pada...