MB2021: Sekapur Sirih | Jampi Tinampi
17095
page-template-default,page,page-id-17095,page-child,parent-pageid-16775,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

JAMPI TINAMPI

Proses Penggarapan Jampi Tinampi berawal dari berbagai isu sosial yang muncul karena pandemik covid-19. Agan mencoba membuat hoax di berbagai platform media sosial yang kiranya dapat menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri di masyarakat yang serba tak menentu di tengah pandemik ini dengan membuat sebuah ‘resep’ jamu khusus yang diyakini mampu menangkal virus corona.

 

Namun seiring dengan berjalannya waktu (Mei, Juni- Juli), pandemik seolah tidak lagi menjadi prioritas utama. Masyarakat yang terdesak oleh kebutuhan ekonomi yang melemah akibat lockdown, terpaksa kembali menjalani kehidupannya seperti biasa. Sehingga karya awal yang sudah direncanakan dan disepakati, secara otomatis harus berubah.

 

Dibantu oleh Doni Dwitama (kameramen) dan Wisnu Wardito Aji (video editor) Agan menggarap film pendek berjudul Jampi Tinampi.

Jampi Tinampi (Trailer)
Bermodalkan warisan pengetahuan mengenai pengolahan dan pembuatan jamu yang didapat dari ibunya sewaktu masih berada di dalam penjara, Tri penjual jamu dari Wonosari berjuang untuk melanjutkan kehidupannya. Bagi Tri, jamu bukan sekadar untuk melestarikan tradisi atau mata pencaharian semata. Lewat proses belajar membuat jamu dan teladan dari sang ibu, Tri kini mengemban sebuah misi untuk menjalani hidup yang memberikan manfaat bagi sesama, bahkan di saat orang lain memandang dengan sebelah mata.

 

Jampi Tinampi (Jampi= doa, Tinampi= diterima), adalah sebuah kisah yang ditemukan Agan ketika sedang melakukan riset untuk membuat project Karya Normal Baru. Bagaimana jamu yang dipercaya masyarakat mampu menyembuhkan berbagai penyakit tidak hanya berfungsi sebagai obat. Tapi lebih dari itu, dengan ilmu pengetahuan membuat jamu yang didapat ketika menjadi tahanan politik, sebuah keluarga penyintas mampu menampik stigma sebagai PKI dan bisa diterima menjadi bagian dari masyarakat.

 

Film pendek berdursi 2O menit ini akan tayang perdana pada 21 Agustus 2020 di akun sosial media Instagram, Facebok dan Youtube: Agan Harahap.

 

Karya ini juga didukung oleh @jogjamu (brand jamu dari Yogyakarta).

Agan Harahap

Agan Harahap yang memiliki nama panjang Yohanes Paganda Halasan Harapan. Ia lahir pada 28 Januari, 1980 di Jakarta. Agan mulai menjadi Ilustrator sejak menjadi mahasiswa di Sekolah Tinggi Desain Indonesia di Bandung. Karya-karya bisa dilihat di akun Instagram pribadinya @aganharahap.